3 Agustus 2020 8:29 am

Perubahan kulit apa saja yang terjadi pada saat proses kehamilan?


Perubahan yang paling sering terjadi pada kulit saat kehamilan adalah pigmentasi kulit. Hiperpigmentasi kulit dapat terjadi 85%-90% dari seluruh kehamilan dengan derajat yang berbeda-beda. Pigmentasi paling sering timbul pada daerah yang sebelumnya sudah pernah terdapat pigmentasi, misalnya hiperpigmentasi pada daerah ketiak, payudara, di sekitar puting dan areola. Selain itu saat hamil akan terbentuk garis putih di tengah perut yang dikenal dengan line alba dan selama hamil akan menjadi lebih hitam dan gelap disebut dengan linea nigra.⁣
Area lain yang dapat menajdi hitam dan lebih gelap adalah daerah paha dalam dan daerah lain yang sering mengalami gesekan. Melasma juga merupakan salah satu masalah yang paling sering timbul saat kehamilan akibat paapran sinar UV matahari. Tahi lalat/moles juga dapat menjadi berubah warna menjadi lebih gelap dengan tekstur dan permukaannya pun dapat mengalami perubahan. Bila kamu sebelum hamil memiliki tahi lalat dan pada saat hamil terdapat perubahan-perubahan yang terlalu berlebihan, mislanya tahi lalat menjadi tidaa simetris, mudah berdarah, lebih menonjol pada permukaan kulit, dan semakin membesar, sebaiknya kamu berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan tahi lalat tersebut jinak terkait kehamilan, bukan merupakan tumor/keganasan lainnya.⁣
Sistem lain yang mengalami perubahan adalah pembuluh darah. Wanita hamil akan mengalami banyak pertumbuhan pembuluh darah baru untuk memberikan nutrisi pada janin dan pasti akan mempengaruhi sistem kardiovaskular. Kerja jantung juga akan semakin berat dan fluktuasi hormon juga akan terjadi. ⁣
Perubahan semua ini terutama akibat perubahan vaskular pembuluh darah dan retensi cairan akan dapat menyebabkan kedua kaki bengkak selama kehamilan. Namun bila terjadi pembengkakan pada wajah dan tangan merupakan hal yang tidak umum terjadi pada kehamilan sehingga kamu harus memeriksakan diri ke dokter. Spider angioma merupakan pembuluh darah kapiler kecil yang biasa muncul pada permukaan kulit wajah yang dapat terjadi pada saat kehamilan. Kemerahan pada telapak tangan atau palmar eryhtema juga sering terjadi saat kehamilan akibat peningkatan kadar hormon estrogen yang tinggi, namun hal ini tidak berbahaya.⁣
Sistem lain yang biasanya juga mengalami perubahan adalah lapisan mukosa seperti mulut, vagina, dan gusi. Gusi menjadi lebih mudah berdarah, nyeri, dan menjadi merah saat kehamilan. Mulut menjadi lebih kering. Pada area vagina menjadi lebih biru saat hamil akrena terjadi peningkatan jumlah pembuluh darah.⁣

Kelenjar keringat akan menjadi lebih aktif sehingga tubuh menjadi lebih banyak memproduksi keringat, terutama pada daerah ketiak, kecuali telapak tangan. Kelenjar keringat pun menajdi lebih aktif sehingga pada wanita hamil sering mengalami acne hormonal. Peningkatan jumlah pembuluh darah pada daerah wajah saat hamil memberikan efek mencerahkan kulit dan membuatnya menjadi lebih glowing. Stretch mark juga merupakan salah satu paling sering terjadi saat kehamilan misalnya pada daerah paha dan bokong. ⁣
Rambut akan menjadi lebih tebal saat hamil akibat perubahan hormonal, namun pada saat setelah melahirkan rambut dapat menjadi lebih mudah rontok disebut dengan post partum hair loss. Rambut rontok paska melahirkan ini dapat bertahan hingga 1 tahun. Perubahan pada kuku juga dapat terjadi, pertumbuhan kuku menjadi lebih cepat sehingga berpotensi menyebabkan ingrown nail. Dapat ditemukan bercak putih/garis putih pada kuku saat hamil disebut dengan leukonikia dan sering mengalami kulit pangkal kuku terkelupas.⁣

Blog Post Lainnya
Address
087771027022
087771027022
syaquinaofficial@gmail.com
Represented by
PT. Medika Estetik Prima
AKR Tower Lantai 16
Jalan Panjang No 5
Jakarta Barat 11530
Delivery Methods
Newsletter
`Subscribe
We Accept
@2020 Syaquina