3 Agustus 2020 7:42 am

Peran Azelaic Acid dalam produk skincare yang perlu kamu ketahui

Peran Azelaic Acid dalam produk skincare yang perlu kamu ketahui

Azelaic acid merupakan asam dikarboksilat yang berasal dari jamur Malassezia furfur sehingga sifatnya lebih natural untuk tubuh. Azelaic acid banyak diresepkan dan dijual bebas untuk mengatasi permasalahan acne, rosasea, melasma, dan jenis hiperpigmentasi lainnya.⁣
Ketika sinar UVB mengenai kulit, terjadi banyak reaksi inflamasi ditandai dengan pelepasan mediator sitokin-sitokin inflamasi menyebabkan kemerahan, penuaan dini, dan perubahan warna kulit. Azelaic acid dapat dapat menekan dan mencegah proses ini. Melanin membuat pigmen dari azelaic menarget dan menekan enzim tyrosinase sehingga mencegah pembentukan hiperpigmentasi. Azelaic acid menekan pertumbuhan bakteri yang bertanggung jawab menyebabkan jerawat. ⁣
Oleh karena azelaic acid merupakan bagian dari tubuh kita sendri, sehingga aman saat digunakan untuk ibu hamil dan menyusui, sering digunakan untuk melasma, pigmentasi, rosasea, dan kondisi jerawat saat hamil. Efek samping akibat penggunaan topikal azelaic acid ini dapat berupa kulit kering, sedikit gatal, dan kulit menyengat pada beberapa orang. ⁣
Tak hanya itu azelaic acid juga dapat membersihkan pori-pori, meredakan inflamasi, dan bersifat bakteriostatik. Tidak memiliki efek untuk mengurangi produksi minyak, tidak mempengaruhi hormon tubuh yang menjadi salah satu faktor penyebab jerawat. Azelaic acid digunakan untuk pengobatan acne ringan hingga sedang. Studi menunjukkan azelaic acid memiliki efikasi yang sama dengan benzoyl peroxide (BPO) 5% dan retinoin 0.05% dan topikal antibiotik untuk mengatasi jerawat. ⁣
Penggunaan selama 1-2 bulan secara konsisten akan memperlihatkan hasil yang baik. Tapi memang harus sabar menggunakannya apalagi azelaic acid menyebabkan kulit menajdi agak gatal. Penggunaannya dapat dilanjutkan selama 4 bulan, lebih dari itu tidak memberikan manfaat dan hanya menimbulkan efek samping. Dapat digunakan 2-4 kali sehari pada lesi jerawat yang mengalami radang.⁣
Rosasea. Menghindari sinar UV dan menggunakan sunscreen adalah kunci utama mencegah eksaserbasi rosasea. Mediator inflamasi akan ditekan oleh azelaic acid. Perlu diketahui bila bakteri yang ada di kulit dapat mencetuskan mediator inflamasi yang dapat menyebabkan rosasea bertambah buruk. Sehinga dengan menurunkan jumlah bakteri pada kulit akan membantu rosasea menjadi lebih baik. ⁣
Untuk melasma, PIH, dark spot, sunspot, dapat menggunakan azelaic acid karena memiliki afinitas vukup kuat terhadap melanosit abnormal yang berkontribusi terhadap terjadinya hiperpigmentasi kulit. Tidak seperti hidrokuinon yang menjadikan melanosit termasuk melanosit sehat sebagai target dapat menyebabkan terjadinya rebound hiperpigmentasi dengan pemberhentian penggunaan hidrokuinon secara tiba-tiba. ⁣
Azelaic acid tidak akan mentarget melanosit normal, sehingga cukup efektif digunakan, meskipun hidrokuinon jauh lebih efektif tapi memiliki banyak efek samping dan tidak boleh digunakan pada saat hamil dan menyusui. Menggunakan azelaic acid dengan konsentrasi 20% selama 24 minggu dapat memberikan hasil yang baik. ⁣
Azelaic acid juga memiliki afinitas dan ikatan terhadap sel melanosit yang ada pada jenis kanker letigo malignant melanoma. Penggunaan azelaic acid dapat memudarakan lesi kanker ini, tetapi malah akan membuat diagnosis menjadi kabur dan biasanya dianggap sebagai sunspot biasa. Sehingga penggunaan azelaic acid sebaiknya tidak digunakan pada jenis kanker ini karena dapat menyebabkan misdiagnosis. Sebagai kasimpulan, azelaic acid aman untuk digunakan, mudah ditoleransi, dan harus sabar untuk mendapatkan hasil yang baik.⁣

Blog Post Lainnya
Address
087771027022
087771027022
syaquinaofficial@gmail.com
Represented by
PT. Medika Estetik Prima
AKR Tower Lantai 16
Jalan Panjang No 5
Jakarta Barat 11530
Delivery Methods
Newsletter
`Subscribe
We Accept
@2020 Syaquina